Islam Web

Artikel

  1. Home
  2. Artikel
  3. ADAB ISLAM
  4. Adab Kepada Allah

Adab Seorang Muslim dalam Menghadapi Musibah dan Penyakit

Adab Seorang Muslim dalam Menghadapi Musibah dan Penyakit

Oleh: Syekh Sulthan Al-'Umari

- Ketahuilah, bahwa apa yang ditakdirkan menimpa Anda tidak akan melenceng dari diri Anda, dan sesuatu yang ditetapkan tidak menimpa Anda tidak akan pernah menimpa Anda.

- Sabarlah atas apa yang menimpa Anda, dan jangan mengeluh dan jangan pula marah.

- Ketahuilah, bahwa pilihan Allah untuk Anda lebih baik dari pilihan Anda untuk diri Anda sendiri.

- Sebesar apapun cobaan yang Anda hadapi, ketahuilah bahwa di belakang semua itu Allah telah menyediakan hikmah yang luar biasa. Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—berfirman (yang artinya): "Jangan kalian kira hal itu buruk untuk kalian." [QS. An-Nûr: 11]

- Banyaklah membaca keutamaan sifat sabar. Barangkali Anda termasuk orang yang layak mendapatkannya.

- Pujilah Allah, karena musibah yang menimpa Anda tidak lebih besar daripada yang sedang terjadi.

- Ingatlah, bahwa Anda memiliki banyak nikmat.

- Ingatlah orang lain yang musibahnya lebih besar daripada musibah Anda.

- Bacalah sejarah orang-orang sabar, barangkali mereka bisa Anda jadikan sebagai teladan.

- Sesungguhnya cobaan membuat Anda tahu hakikat diri Anda, kelemahan yang Anda miliki, serta besarnya kebutuhan Anda kepada Tuhan.

- Sesungguhnya musibah menghapus kesalahan dan menyuci dosa.

- Ingatlah, bahwa pahala perbuatan baik yang Anda lakukan di kala sehat akan Anda terima juga saat Anda sakit.

- Musibah dapat mengobati penyakit sombong dan angkuh yang barangkali menimpa manusia.

- Jangan lupa me-ruqyah dan mengobati diri Anda dengan Al-Quran dan zikir yang syar`i.

- Jika Anda ditimpa musibah, jangan dengarkan saran orang yang mengajak Anda untuk menemui tukang sihir dan paranormal.

- Anda mesti berkonsultasi dengan orang yang berpengalaman dan bijak untuk mengetahui cara menghapus dan menghadapi musibah yang Anda alami.

- Berbaiksangkalah kepada Allah—`Azza wajalla.

- Jangan katakan "seandainya," karena kata ini membuka pintu Syetan. Akan tetapi, katakanlah: Qaddarallâhu wa mâ syâ'a fa`ala (Allah sudah menakdirkan. Dan ia (bebas) melakukan apa yang Dia kehendaki).

- Jangan sedih atas apa yang terjadi pada diri Anda, dan atas sesuatu yang hilang dari Anda lantaran musibah yang terjadi.

- Berdoalah kepada Tuhan Yang Mahadekat dan Maha mengabulkan doa.

- Bacalah hukum-hukum fikih seputar orang sakit, misalnya tentang cara bersuci, shalat, dan puasa ketika sakit.

- Baca juga tentang pelanggaran-pelanggaran yang terjadi seputar masalah ruqyah dan orang yang melakukannya, agar Anda tidak terjebak ke dalam pelanggaran itu.

Artikel Terkait