Solusi Islam untuk Problem Anak Remaja

18-2-2026 | IslamWeb

Pertanyaan:

Apakah problem-problem terpenting yang dihadapi oleh anak-anak remaja dan kaum pemuda dalam kehidupan ini?

Jawaban:

Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.

Fase remaja merupakan fase pergantian dan perpindahan dari kondisi lemah kepada kondisi kuat. Pada masa ini, seorang remaja merasakan suatu kekuatan, vitalitas, semangat, senang menampakkan identitas dan kelebihan dari yang lain, berupaya membuat kreasi-kreasi, berusaha keras membela apa yang ia yakini dan kemudian berjibaku dalam merealisasikannya, ia tidak lagi dapat menerima apa yang dahulu dapat ia terima di masa kecilnya, seperti pemukulan dan celaan, terutama di hadapan orang lain; karena ia telah merasa mampu mengatur diri, mandiri, dan bisa membela diri. Oleh karena itu, ia mulai akan berusaha membalas kepada orang yang bertindak buruk kepadanya atau merendahkannya.

Kekuatan-kekuatan yang ada pada diri remaja ini, bisa saja ia gunakan untuk ketaatan kepada Allah, dan bisapula ia gunakan untuk tenggelam dalam hawa nafsu, hasutan Syetan, hiburan, permainan, dan syahwat. Oleh karena itu, para orangtua, para guru, pendidik, dan orang-orang yang terlibat dalam usaha perbaikan masyarakat berkewajiban mendidik anak-anak untuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya  may  Allaah  exalt  his  mention, serta ingin membela Agama Allah.

Ketika kita membaca sirah Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention, kita akan menemukan kehidupan beliau penuh dengan potret-potret yang sangat gemilang dalam hal perhatian terhadap pendidikan anak di atas landasan akidah yang jernih dan akhlak mulia, agar mereka tumbuh besar secara baik. Ketika sampai ke fase remaja, mereka telah memiliki akidah dan prinsip-prinsip keimanan yang kemudian mereka mengarahkan segenap energi mereka untuk membelanya.

Di samping itu, banyak remaja zaman sekarang yang tenggelam di dalam dunia hiburan, syahwat, dan berbagai godaan yang memang merajalela di mana-mana. Mereka ini membutuhkan dakwah yang penuh hikmah (bijaksana) dan interaksi yang baik, supaya banyak di antara mereka mau bertobat dan kembali kepada Allah—Subhanahu wa Ta`ala, lalu menjadi manusia-manusia pembawa perbaikan.

Kita berdoa semoga Allah mengaruniakan taufik dan petunjuk-Nya kepada kita dan mereka.

Wallahu a`lam.

www.islamweb.net