Islam Web

Artikel

  1. Home
  2. Artikel
  3. POKOK BAHASAN
  4. Islam
  5. Haji dan Umrah

Bimbingan Kesehatan bagi Yang Melaksanakan Ibadah Haji

Bimbingan Kesehatan bagi Yang Melaksanakan Ibadah Haji

Oleh: dr. Khalid Musa

Allah—Subhânahu wata`âlâ—telah mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya untuk menunaikan ibadah haji sekali seumur hidup, sesuai dengan firman-Nya (yang artinya): "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." [QS. Âli `Imrân: 97]

Ibadah haji merupakan bentuk ketaatan kepada Allah, sebagai sarana penyucian jiwa dan pembersihan diri seorang hamba dari segala dosa dan kesalahan. Haji juga merupakan konferensi besar Islam yang dihadiri oleh banyak orang dari seluruh penjuru dunia.

Namun dalam kesempatan yang singkat ini, yang tepat adalah kami memaparkan beberapa sisi kesehatan yang penting. Karena, luar biasa banyaknya manusia yang berkumpul ini bisa menjadi mangsa empuk bagi berbagai jenis penyakit dan wabah. Oleh sebab itu, orang yang berhaji harus mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan pemeliharaan dirinya dari sisi kesehatan.

Kita akan mulai dari penyakit yang paling sering ada pada musim haji, yang ditimbulkan oleh satu sebab yang sama, yaitu kondisi yang sangat berdesak-desakan.

1. Pilek dan flu

Penyebabnya adalah racun penyebab pilek (virus) yang bermacam-macam. Pencegahannya bisa dilakukan dengan cara menjauhi buang air kecil panas secara tiba-tiba (tidak sering menahan buang air kecil, sehingga akhirnya bisa keluar tanpa bisa ditahan lagi), menghindari AC dan pendingin udara secara langsung, tidak batuk dan bersin di hadapan orang lain, membuang tisu pada tempat-tempat yang khusus, dan sebisa mungkin menghindari persentuhan dengan orang yang terkena penyakit serta berkonsultasi kepada dokter untuk berobat.

2. Radang saluran pernafasan bagian atas.

Baik karena faktor kesehatan ataupun kuman. Karena sesungguhnya penyebabnya hampir sama dengan yang telah disebutkan di atas. Hanya saja pencegahannya harus diterapkan secara lebih ketat. Bahkan pada beberapa kondisi yang cukup jarang terjadi, serangan itu bisa sampai ke paru-paru. Saat ini, serangan ini menjadi lebih berat dan menuntut perawatan yang ketat.

3. Radang lambung dan usus.

Penyebabnya bisa masalah makanan, parasit, kuman, virus, dan bakteri. Gejala-gejalanya adalah mual dan muntah, mulas-mulas, mencret berkali-kali, dan kadang muncul rasa pusing dan suhu badan naik.

Pencegahannya adalah dengan memperhatikan masalah kebersihan yang umum dan khusus. Seperti mencuci tangan, mencuci buah-buahan dan sayuran, tidak mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan baik dan diduga sudah tercemar, tidak mengkonsumsi susu dan produk-produknya tanpa benar-benar memastikan kesterilan dan tanggal kadaluarsanya, tidak mengkonsumsi makanan dan minuman dengan menggunakan wadah yang tidak bersih atau sudah digunakan oleh orang lain, dan mengkonsumsi air minum dari sumber utama yang berada di bawah pengawasan kesehatan.

4. Penyakit iritasi kulit.

Terjadi akibat banyak berkeringat dan gesekan yang terus menerus terjadi pada lapisan kulit luar sehingga menyebabkan kulit mengelupas dan memerah, khususnya pada orang-orang yang gemuk, terutama di daerah antara dua paha, di bawah kedua ketiak dan di bawah kedua payudara bagi para wanita. Pencegahannya adalah dengan cara mengurangi kondisi berkeringat dan gesekan dengan menghindari berjalan jauh di saat panas terik sebisa mungkin, menggunakan celana dalam yang panjang untuk mencegah gesekan (di luar waktu-waktu berihram), menggunakan air dingin untuk membersihkan daerah-daerah yang berpotensi untuk bergesekan, dan menggunakan beberapa resep dan salep medis.

5. Telapak kaki pecah-pecah.

Terjadi akibat berjalan kaki terus-menerus dengan sepatu yang terbuka di bagian mata kaki (sandal), dan selalu bersentuhan dengan pasir dan debu, hal mana menyebabkan lapisan langsung setelah kulit menjadi kering kemudian pecah-pecah.

Pencegahannya adalah dengan membersihkan kedua telapak kaki dan mengeringkannya dengan baik, menggunakan kaos kaki (di luar waktu ihram), yang dapat mengurangi persentuhan nya dengan pasir dan debu, menginjakkan seluruh telapak kaki di tanah, dan menggunakan krem pelembut.

6. Nyeri dan sakit pada ginjal.

Sebagai akibat kehilangan cairan dan panas yang sangat menyengat, sebagian orang mengalami nyeri pada ginjal dan rasa sakit pada dua lambung, dan batu ginjal. Atau hal itu disebabkan oleh bertambahnya endapan dan pengkristalan garam di saluran kencing sebagai akibat bertambahnya jumlah air kencing, terutama pada mereka yang sudah mempunyai kesiapan untuk buang air kecil. Untuk menghindari rasa nyeri ini, orang yang berhaji dianjurkan untuk minum air dalam jumlah banyak, tidak kurang dari 3-4 liter perhari, sebisa mungkin menghindari munculnya banyak keringat dan panas yang terik menyengat, merujuk kepada dokter ketika muncul gejala penyakit tersebut, serta mengikuti petunjuk dokter bagi orang yang berpotensi mengalami batu ginjal.

7. Hal-hal yang memang lazim terjadi akibat naiknya suhu panas secara berlebihan, kelelahan, keletihan karena panas dan sengatan matahari.

Penyebab langsung dan utamanya adalah terkena suhu yang sangat panas dan terik matahari. Gejalanya biasa dimulai dengan kondisi sakit yang ringan, kemudian fase sakit panas yang merupakan kondisi yang paling banyak terjadi akibat panas yang berlebihan. Kadang-kadang diiringi sakit kepala, lemah, berkunang-kunang, mual, selera makan menurun, dan mungkin cenderung tidak sadarkan diri.

Adapun kondisi yang paling berat adalah demam karena panas atau sengatan matahari. Gejalanya dimulai dengan terhenti dan tidak bekerjanya perangkat penghasil keringat karena sistem pengatur suhu badan terganggu. Sehingga si sakit mengeluhkan rasa sakit kepala, pusing, tidak sadar diri, dan rasa nyeri yang perlahan. Kemudian ia hilang kesadaran yang itu mungkin saja terjadi dari awal.

Pencegahannya adalah dengan sebisa mungkin menghindari keluar rumah pada waktu-waktu udara sangat panas, memakai payung, tenda, dan penutup untuk mencegah dari terik panas matahari, minum air putih dan cairan, khususnya air sehat yang kaya akan zat garam dan zat-zat lain untuk menggantikan yang hilang karena berkeringat, waspada ketika pertama kali muncul tanda-tanda penyakit yang lazim diakibatkan oleh panas dengan segera mengobatinya.

Dan di antara nasihat umum kedokteran yang harus diperhatikan oleh orang yang berhaji dengan seksama adalah:

a. Mengikuti petunjuk-petunjuk kesehatan, terutama dari sisi kebersihan, baik yang umum maupun yang khusus;

b. Mengkonsumsi makanan, cairan, minuman, dan susu yang bersih dan steril;

c. Menghindari bersentuhan dengan panas dan terik matahari langsung, menggunakan payung, berlindung di tempat-tempat yang teduh, dan tetap menggunakan AC dan pendingin udara dengan cara yang benar tanpa bersentuhan langsung dengan arus AC;

d. Membasahi badan, kepala, wajah, dan bagian-bagian badan dengan air dingin dari waktu ke waktu;

e. Berkonsultasi kepada dokter dan merujuk ke pusat pengobatan terdekat begitu merasa lemas, kelelahan, atau gejala penyakit, agar dapat dilakukan proses pengobatan dan pencegahan terhadap penyakit sedini mungkin;

f. Waspada dan segera membawa orang yang sakit ke pusat pengobatan atau rumah sakit terdekat, khususnya pada kasus orang terpapar terik matahari sambil menempatkannya di ruangan yang dingin serta menggunakan kompres yang dingin.

Terakhir, kita memohon kepada Allah—`Azza wajalla—agar memberi kemudahan kepada para jamaah haji untuk menunaikan kewajiban ini, menjaga dan memelihara mereka dengan penjagaan dan pemeliharaan-Nya, menerima amalan mereka, menetapkan bagi mereka dengan amalan itu haji yang mabrur, usaha yang diterima, dan dosa yang diampuni, serta mengembalikan mereka kepada keluarga dan kerabat mereka dalam keadaan selamat dan beruntung.

Alhamdulillâhi rabbil`âlamîn.

Artikel Terkait